Tanpa Biaya
Di tahun ajaran 2025-2026, Indonesia Bisa Membaca menerima lebih dari 20 orang siswa baru. Mereka akan belajar bersama tujuh orang siswa yang sudah bergabung sejak tahun lalu. Ketujuh orang ini belum bisa masuk SD karena usianya belum tujuh tahun per Juli 2025.
Meski ada perubahan nama, semangat sekolah ini tetap sama yaitu memberikan peluang yang sama untuk anak Indonesia tanpa biaya. Tidak hanya itu, Sisi Baik Project menyediakan perangkat sekolah antara lain tas, buku tulis, pensil, dan penghapus.
“Kami tegaskan bahwa Indonesia Bisa Membaca tidak memungut biaya sama sekali. Keperluan sekolah sudah disediakan. Jika nanti ada siswa yang bukunya habis, pensilnya habis, silakan lapor. Nanti akan kami sediakan,” kata Ketua Yayasan Sisi Baik Manusia, Stephanie Edelweis, di depan orang tua siswa.
Bu Tien berharap anak-anak belajar dengan rajin dan tekun. “Anak-anak harus rajin belajar agar menjadi orang yang berguna. Jangan hanya bermain game. Gunakan waktu dengan baik. Kalian juga harus sayang orang tua,” kata Bu Tien berpesan.
Kegiatan belajar mengajar dilangsungkan Senin sampai Kamis. Hari Jumat dijadwalkan untuk Pendidikan Budi Pekerti, makan bersama, dan bincang-bincang dengan orang tua siswa. Bu Tien berperan sebagai pengajar utama. Dia didampingi dua orang pengajar yaitu Monica dan Amanda. Kebetulan, Amanda adalah alumnus Edukasi Dasar. Lulusan SMK Teknindo Jaya ini juga merupakan salah satu penerima Patungan SPP Sisi Baik Project.


Leave a Reply