Siswa, pengajar, dan tim Sisi Baik berfoto bersama di hari pertama Indonesia Bisa Membaca 2025-2026 di Depok, Senin (7 Juli 2025).

RSSG a la Bu Tien Dimulai Lagi

Puluhan anak-anak dan orang tuanya berkumpul di Gang Buntu di kawasan Cagar Alam, Depok, Senin (7 Juli 2025) pagi. Bukan “nyasar”, mereka mereka datang karena antusias mengikuti hari pertama sekolah gratis Indonesia Bisa Membaca tahun ajaran 2025-2026.

Kegiatan di sekolah yang terletak di Kelurahan Ratu Jaya, Kecamatan Cipayung ini dimulai pukul 08.00 WIB. Namun sejak sekitar jam 7 pagi sudah ada banyak yang  datang.

Sekolah membaca, menulis, dan berhitung (calistung) gratis ini dirintis Tien Suryantini pada 1993 dengan nama Edukasi Dasar. Selama lebih dari 30 tahun beliau mengajar secara sukarela tanpa menarik biaya sepeser pun. Jadi, sekolah ini tidak mengekor Rintisan Sekolah Swasta Gratis (RSSG) Kota Depok.

Murid Bu Tien adalah anak-anak di sekitar rumahnya, yang tidak bisa masuk sekolah formal. Ada yang terkendala biaya. Ada juga yang tidak bisa masuk sekolah konvensional karena berkebutuhan khusus. RSSG a la Bu Tien ini menjadi solusi.

Terimbas Pandemi

Kegiatan bejalar mengajar terhenti beberapa tahun karena pandemi Covid-19. Sekolah gratis ini lahir kembali pada 2024 dengan nama Indonesia Bisa Membaca di bawah naungan Sisi Baik Project.

Tahun lalu, sekolah terpaksa dilaksanakan di kediaman keluarga Bu Tien. Ruang kelas mengalami kerusakan karena terbengkalai di masa pandemi. Karena keterbatasan tempat, Indonesia Bisa Membaca hanya bisa menerima 20 orang siswa.

Pada Desember 2024, ruang kelas diperbaiki oleh teman-teman dari Rumah Sakit Hermina. Berkat bantuan Warga Baik, kegiatan belajar mengajar pun bisa kembali dilaksanakan di ruang kelas yang lebih lega.

Pages: 1 2


Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *