Semua orang berhak punya cita-cita, termasuk Muhamad Rado Syahraien. Remaja berusia 18 tahun ini punya impian mulia: menjadi anggota TNI. Namun, jalan menuju impian itu tak semulus yang dibayangkan. Rado harus menghadapi rintangan berat yaitu tunggakan SPP sebesar Rp4,5 juta di SMK Arrahman, Depok.
Rado tinggal di sebuah rumah kontrakan sederhana di Cipayung, Depok, bersama ibu dan dua adiknya. Ayahnya, Teguh Triono, bekerja sebagai pemulung yang jarang pulang. Sementara ibunya, Fitriyanti, mencoba menopang ekonomi keluarga dengan berjualan es teh. Di tengah keterbatasan ini, Rado dan adik-adiknya tetap bersemangat menuntut ilmu. Rado sendiri kini sedang menjalani program Praktek Kerja Lapangan (PKL) sebagai penerima barang di gudang Transmart, Cibinong.
Meski bekerja 6 hari dalam seminggu, Rado tidak mendapatkan honor. Kondisi ini membuat keluarganya semakin sulit melunasi tunggakan yang menumpuk selama 17 bulan. Untungnya, pihak sekolah memberikan keringanan dengan membuat surat perjanjian agar Rado tetap bisa belajar sambil menunggu tunggakan dilunasi.
Patungan SPP Menjadi Jembatan Harapan
Di sinilah Sisi Baik Project hadir sebagai jembatan harapan. Melalui program Patungan SPP, Sisi Baik Project mengajak para “Warga Baik” untuk ikut patungan. Tujuannya adalah membantu para pelajar dari keluarga prasejahtera agar bisa melanjutkan sekolah tanpa hambatan biaya.
Pada 9 September 2025, Tim Patungan SPP membayarkan sebagian tunggakan Rado. Bantuan ini cukup untuk membayar tunggakan SPP Rado dari November 2023 hingga Maret 2024, serta biaya ujian semester genap 2025. Bantuan ini tidak hanya meringankan beban keluarga Rado, tetapi juga menyalakan kembali semangatnya untuk meraih cita-cita.

Kisah Rado adalah salah satu dari banyak cerita di luar sana tentang anak-anak Indonesia yang berjuang melawan keterbatasan ekonomi demi mengejar impian. Sisi Baik Project membuktikan bahwa dengan kolaborasi dan kepedulian, kita bisa menciptakan perubahan. Bantuan sekecil apa pun bisa memberikan dampak besar bagi masa depan seseorang.
Mari terus dukung program Patungan SPP dan menjadi bagian dari “Warga Baik” untuk membantu lebih banyak lagi Rado-Rado di seluruh Indonesia.
Apakah Anda pernah nunggak SPP? Bagikan kisah inspiratif Anda di kolom komentar di bawah!


Leave a Reply