DEPOK — Kelas literasi gratis “Indonesia Bisa Membaca” (IBM) yang dikelola oleh Sisi Baik Project di area Cagar Alam, Pancoran Mas, Kota Depok, memberikan pengalaman berbeda bagi siswa-siswinya. Sepanjang minggu ketiga Mei 2026, program independen ini sukses menggelar rangkaian Guest Tutor Week. Pekan khusus ini sengaja dihadirkan sebagai bentuk apresiasi sekaligus pembekalan pengalaman baru bagi anak-anak dari keluarga pra sejahtera setelah minggu sebelumnya mereka selesai berjuang melewati tes kemampuan untuk melihat kelayakan meneruskan ke jenjang pendidikan formal dasar.
Rangkaian Pengalaman Baru Bersama Praktisi Profesional
Melalui inisiasi dari Ketua Guru Indonesia Bisa Membaca, Henri Loedji, pekan Guest Tutor Week diisi dengan berbagai program interaktif yang mendatangkan para praktisi profesional setiap harinya. Rangkaian kegiatan dimulai pada hari Senin dengan edukasi tanggap gempa dan simulasi penyelamatan dari Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Depok yang dipandu oleh Pak Syarif. Keseruan motorik berlanjut pada hari Selasa bersama Kak Ami dan Kak Tizza melalui pembuatan papan permainan labirin dari karton bekas. Pada hari Rabu, anak-anak diajak mengasah kreativitas menggambar bentuk 3D berbasis angka bersama muralis ternama Bang Awenk (Robot Ijo), sebelum akhirnya pekan bebas ini ditutup manis pada hari Kamis dengan kelas pengenalan satwa nusantara serta permainan kelompok bersama Kak Joana Saputra.

Pak Henri menjelaskan bahwa program ini dirancang khusus untuk memperluas ruang berkembang anak-anak. “Kami ingin mengupayakan hal baru setelah mereka melewati rangkaian tes kemampuan. Minggu bebas menuju pelepasan murid ini sengaja dipenuhi dengan kehadiran para pengajar tamu agar anak-anak bisa bertemu orang baru dan mempelajari banyak hal kreatif di luar materi membaca yang sehari-hari mereka pelajari di kelas,” tutur Pak Guru Henri.
Meneruskan Pesan dan Esensi Belajar Mandiri
Bagi Sisi Baik Project, tantangan terbesar dalam mempertahankan kelas gratis ini adalah memastikan proses belajar tidak sekadar formalitas membuka kelas selama dua jam lalu selesai. Menjaga kualitas materi dan kedekatan emosional menjadi fondasi utama dalam pendidikan anak usia dini. Hal ini sejalan dengan salah satu pesan mendalam dari Almarhumah Ibu Tien sebagai pendiri kelas calistung gratis ini, mengenai pentingnya keterlibatan orang tua murid. Karena waktu anak-anak di kelas terbatas, orang tua pun didorong untuk ikut belajar demi memastikan keberlanjutan pendidikan anak di rumah. Komitmen inilah yang mendasari prinsip bahwa status sekolah gratis tidak sama dengan memberikan fasilitas atau metode yang seadanya.

“Salah satu tantangan terbesar mempertahankan kelas Indonesia Bisa Membaca adalah menjaga kualitas pendidikan anak yang bukan sekadar buka kelas, masuk, anak di kelas dua jam, kemudian pulang. Gak mentang-mentang ini sekolah gratis, lalu kami memberikan seadanya. Kami selalu mengusahakan lebih untuk masa depan mereka,” ujar Stephanie Edelweis selaku pendiri Sisi Baik Project saat diwawancarai di lokasi, Kamis (21/05/2026).
Menumbuhkan Mimpi di Tengah Keterbatasan
Hadirnya ruang belajar alternatif yang dikonsep secara serius ini menjadi ruang penting bagi anak-anak untuk melihat dunia yang lebih luas. Melalui interaksi langsung dengan orang-orang baru dan berbagai bidang keahlian di luar materi calistung sehari-hari, program ini tidak hanya fokus pada aspek akademis, tetapi juga pada pembentukan karakter dan rasa percaya diri anak.

Melalui sinergi dan dedikasi kolektif para relawan, pekan inspirasi ini diharapkan mampu menanamkan banyak hal baru di kepala siswa-siswi IBM. Dengan adanya pengalaman ini, doa dan harapan agar semakin banyak inspirasi yang tertanam di kepala mereka menjadi semakin kuat, sekaligus memberikan kekuatan bagi anak-anak untuk mempertahankan mimpi-mimpi mereka di tengah keterbatasan lingkungan sekitar menjelang tahun ajaran baru.


Leave a Reply